April Story

Hello April. Akhirnya ketemu lagi sama bulan ke empat ditahun 2018 ini. Sekarang udah tanggal menuju tengah april. Its not to late for tell a lil story for this april. Anyway, dibulan april ini aku masih seperti bulan-bulan sebelumnya yaitu sibuk dengan segala macam rutinitas perkuliahan. Alhamdulillah, sekarang udah nggak ikut organisasi lagi, jadinya lebih nyantai dan bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa terikat kegiatan organisasi. Seneng? Ya jelaslah! Aku bisa tidur nyenyak bisa pulang kerumah tanpa mikirin tugas organisasi. Bisa juga ngerjain tugas, nonton film, main sepuasnya. Tapi apakah ada yang hilang? Tentu saja iya. Yang hilang itu kesibukan. Jadi gampang gabut dikos, kadang nggak tau harus ngapain kalau nggak ada tugas. Ya ujung-ujungnya nulis lagi deh, membangun mood yang masih sering berubah-ubah makanya jeda waktu antara recent blog dengan yag ini agak lama, karena maklum wanita coy, segalanya tidak terprediksi.

Jadi, apa yang bakal aku bahas di april story ini ? Sejujurnya nggak ada dan bingung. Karena untuk cari topik yang bermutu butuh pikiran ekstra dan engga sembarang kata bisa ditulis. Sebenernya april story ini lebih mau kecurhat atau random talks sih. Oh, dimulai dari yang ini aja sih. Beberapa hari ini aku dan salah satu temanku lagi merasa disgust sama omongan orang-orang sekitar kami yang kesannya “mengurusi” kehidupan si temenku yang satu ini. Si temanku ini sebut saja mawar (hahaha ngakak. LOL), dia emang baru saja terkena masalah yang menurutku sebuah privasi yang cuma ia ceritain ke orang-orang terdekatnya aja. Tapi nggak tau kenapa, si Mawar ini kecewa kok ceritanya dia ini menjalar menyebar kemana mana, sampe jadi bahasan tiap orang, sampai-sampai puncaknya tiap ada orang yang ketemu mawar ini selalu bahas itu didepan dia. Apalagi muncul spekulasi-spekulasi dari orang-orang yang sebenernya nggak tau inti cerita dan masalahnya gimana, jadi bikin cerita baru yang sebenernya, asli, itu nggak bener, malah justru menimbulkan fitnah.ย  Jadilah si Mawar ini merasa terganggu, dan aku sebagai teman terdekatnya ngerasa ikut terganggu juga dan rasanya pengen bilang ke orang-orang itu “WOY KALIAN GA NGERTI CERITA ASLINYA, GAUSAH NGURUSIN NAPA.” Tapi sumpah, itu emang udah annoying banget sih. Aku kalo jadi Mawar ya pasti bawaannya mau emosi dan kesel aja. Secara kenapa orang-orang itu sibuk ngomongin orang lain dan melebih-lebihkan bahkan ngomonginnya bukan ke satu orang aja tapi secara berantai. Yang tadinya si Mawar ini pengen orang terdekatnya aja yang tau masalahnya eh malah jadi konsumsi publik. So, why?

Orang-orang macam ini tuh, sudah terjebak dalam lingkaran setan. Hobinya ngomongin orang-orang dan disebarkan secara berantai, nggak tau deh kapan kelarnya. Bahkan untuk menjaga rahasia atau menceritakan suau rahasia ke orang-orang ini mungkin ga akan bisa karena nanti mereka bakal nyebarin ke orang lain, saling julid menjulid, nyebar deh. Even temannya sendiripun jadi bahan omongan, dan kejadian seperti ini sudah aku temuin dari jaman SMP, SMA, Eh kok ya kuliah ketemu lagi. Ampun deh.ย  Sebenernya pengennya dijauhkan dari orang-orang yang seperti ini. Ayolah kita bahas yang bukan orang aja, boleh ngomongin orang, tapi yang jauh, jangan temen terdekat kita. Ngomonginnya juga bagusnya jangan jeleknya. Jangan kalau temen kita galak dikit diomongin, Menor dikit diomongin, gendutan, kurusan diomongan. Make yourself care with your self. Keep your mind don’t care.ย Untuk Mawar, (Kalau baca nih ya) aku sebagai temenmu cuma bisa bilang “sabar”. Sebagai korban perjulidan orang-orang disekelilingmu kamu pasti dapet pahala kok, pasti.

***

Beralih ke random talks lain, mungkin april favorite kali ya? April favorite, sekarang lagi suka sama lagunya Adera yang Muara. Lagunya sih emang udah lama banget, tapi masih enak didenger insyaallah. Sampe-sampe ni aku ngecover lagu ini, yang bisa didengerin di sini.ย 

Terus untuk hal lain sepertinya belum ada yang menjadi favorit, karena orangnya memang tidak terlalu suka mendewakan sesuatu terus nyampe suka banget. Paling lagi suka mengembangkan hobi-hobi yang sebenernya termasuk nggak jelas kaya kemarin dapet inspirasi dari si Mawar ini, katanya nyuruh aku bikin akun instagram khusus kontennya foto-foto karena aku emang suka foto-foto pemandangan atau apapun yang bisa disnap. Terbukti kan aku tidak narsis, karena leih sering moto ketimbang difoto. Mengembangkan hobi baru itu perlu lho gaes. Siapa tau hobi ini tu merupakan bakat terpendam yang baru kita ketahui dan bisa jadi duit. hehehe

Harapan untuk bulan april ini sih singkat. Semoga tidak menjadi orang julid. Mungkin itu aja sih, sekian, dan terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb. ๐Ÿ™‚

Continue Reading

The Purpose of Your Life

Pagi ini terbangun agak terlambat dari jam sholat subuh. Mestinya dalam mengawali hari bagi kalian yang muslim tidak boleh sekalipun tidak mengawali hari dengan sholat subuh. Sholat subuh itu utama, dan wajib bagi kita semua. Salah satu kewajiban kita untuk menunaikannya agar hari-hari kita ini berjalan lancar serta bermanfaat bagi sekitar. Sejenak teringat, ini saatnya menulis kembali, dengan tujuan agar tulisanku bermanfaat bagi sekitar kelak. Dari judulnya saja sudah kelihatan, tujuan hidup. Pertanyaan yang dari semenjak berusia 17 tahun sudah aku tanyakan berulang-ulang dalam diriku sendiri. Kalau dulu waktu umur segitu tujuan hidupmu apa sih ? Ya untuk lulus SMA dengan nilai UN tinggi terus masuk Perguruan Tinggi Negeri dan diterima dijurusan favorit deh. Itu tujuanku pada waktu itu.

Sekarang usiaku sudah menginjak 21 tahun yang tahun ini akan beranjak ke 22 tahun. Jadi apa tujuan hidupku selanjutnya ? Aku akan menjawab lulus tepat waktu, bekerja, membahagiakan orang tua, menikah, punya anak, dll. Tapi apa sih sebenernya tujuan hidupmu ada didunia ini? Pertanyaan itu akan dijawab oleh diri kalian masing-masing. Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam hidupnya. Ada yang pada saat umur belasan waktu lagi seneng-senengnya pacaran sama satu orang terus bilang “goals dalam hidup aku itu bisa menikah sama kamu.” Tapi akhirnya mereka putus dan tujuan itu hanya sekedar tujuan nggak bisa dibuktikan.

Mencari tujuan dalam hidup itu perkara susah-susah gampang. Semua tujuan dalam hidup kita itu terbagi dalam berbagai fase. Fase anak-anak, fase remaja, fase dewasa hingga sudah menjadi orang tua sekaligus panutan bagi anak cucu kita kelak. Mencari tujuan dalam hidup itu layaknya mencari jati diri kita dalam kehidupan ini. Jika kita sudah menemukan siapa kita sesungguhnya, tujuan itu akan terbersit dengan sendirinya. Apa latar belakang kita lalu kita terlahir dengan realitas yang seperti apa, tujuan itu pasti akan hadir. Entah tujuan untuk diri kita sendiri, semisal lulus atau menikah atau membahagiakan orang tua atau yang lainnya. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing, tidak bisa di direct maupun dipaksa atau malahan ikut-ikutan teman-teman yang lain.

Menjadi manusia yang bertujuan hidup dan memiliki life goals merupakan sesuatu yang sangat penting. Kita harus punya target-target beberapa tahun kedepan, rencana-rencana apa yang ingin kita capai. Bagaimana kita melalui hidup dengan cara kita yang lama, bagaimana untuk merubah cara hidup kita. Bagaimana untuk membangun hubungan dengan orang lain dan merencanakan hidup dengannya. Bagaimana cara kita membahagiakan kedua orang tua kita dengan selalu tekun untuk mencapai life goals tersebut. Itu kembali ke jati diri kita masing-masing dan masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk mewujudkannya.

Jika kamu merasa di umurmu yang akan beranjak lebih dari 20 tahun dan belum bisa berpikir maju kedepan, belum tahu mau bagaimana kamu kedepannya, belum punya rencana apa-apa,berarti ada yang salah dengan dirimu. Ada yang salah dengan cara pandangmu yang terkesan masih ingin “main-main” dengan hidup ini. Mulai tentukan tujuan, jangan sulitkan orang tua lewat sikapmu yang terkesan tidak berterimakasih. Mulailah bahagiakan mereka dari sekarang, mulailah memulai hubungan dengan penuh komitmen, mulailah mencari peluang dan fokuslah pada pendidikan lalu pekerjaan. Lalu tanyakan pada dirimu sendiri “What is the purpose of my life?”

๐Ÿ™‚

Continue Reading

The Hectic Day

It’s march. Di sela sela kesibukan kuliah, aku menyempatkan waktu untuk blogging lagi. Beberapa hari belakangan setelah kembalinya aku ke dunia perkuliahan yang fana ini, setiap hari rasanya ga ada hentinya buka laptop, cari cari jurnal, skripsi, dan judul buat penelitian. Sekarang aku udah semester 6, harus mulai nentuin mau ambil topik apa dan kaya gimana. Bener bener seminggu kemarin mata ga bisa lepas dari layar terpa. Otak selalu muter nyari judul yang tepat. Badan gabisa leyeh-leyeh sebentar, pokoknya hectic bener-bener hectic. Kalo udah kaya gini rasanya ingin balik liburan lagi.

Masa perkuliahan emang sesuatu yang aku kangenin waktu 2 bulan liburan kemarin. Kangen suasana bolak balik dari kampusย  kekos. Kangen suasana kelas, ketemu banyak orang. Karena dirumah, ya aku cuma ketemu keluargaku. Ketemu temen sangat sangat jarang.ย  Jadinya kangen aja bisa berinteraksi dengan orang lain selain keluarga. Pokoknya rindu suasana hectic, dimana harus bangun pagi, harus bikin sarapan, harus berangkat kekampus. Tapi manusia emang ga pernah bersyukur.ย  Baru aja kangen suasana hectic, waktu udah kejadian hecticnya, eh capek sendiri. Akhirnya ngeluh, dan nulis kaya gini..

Semester 6. Merupakan tahun ketiga dalam fase perkuliahanku. Tahun 2015, rasanya baru aja beberapa tahun yang lalu, tapi ternyata ya udah lama juga. Ga kerasa aku tiba dititik dimana aku harus selalu fokus, Fokus dalam artian rajin untuk maju, atau bermalas malasan untuk terus mundur. Semua pilihan ada di tanganku. Semua orang yang berkuliah, pasti akan tiba dititik ini. Fase ini akan segera datang cepat atau lambat. Cepat atau lambat perjalanan kita dimulai dari semester ini, dan hasilnya adalah kesuksesan sesaat yang sebenernya hanya merupakan pengantar kita ke dunia yang sebenarnya, yaitu pekerjaan. Kita masih harus struggle lagi ngehadapin fase selanjutnya yang jauh, bahkan lebih sulit untuk dihadapi.

Semester 6, selain hectic, pada akhirnya di semester ini kita ga akan lagi bergantung pada teman. Seseorang pernah bilang, disemester 1,2,3,4,5 kita sibuk nyari teman sebanyak-banyaknya, entah diperkuliahan, atau organisasi. Tapi disemester ini, masing-masing individu mulai berjalan sendiri-sendiri. Mengurus hidupnya sendiri, mengurus kuliahnya sendiri, keluar dari zona nyaman masing-masing. Menghadapi fase awkwardย danย uncomfortable. Ada yang bertahan di zona nyamannya dan menjalani aktivitas yang lempeng-lempeng dan gitu gitu aja. Ada yang mencoba hal baru yang bukan skillnya dan merasa tertantang, lalu berkembang. It’s choice, we just make decision to our self and the purpose is to make our grow.ย 

Disela-sela tugas yang membludak , seperti proposal penelitian dan lain-lain, aku nyempetin dan ngeluangin waktu sedikit buat blogging. Kenapa?ย  cuzย i need some refreshing my brain, dan mencoba untuk curhat serta mengutarakan apa yang ada di pikiran selama hampir sebulan kuliah lagi.ย  Sebenernya ngeluh ya ga guna si. Yang penting sih, nikmati fase ini. Fase yang hanya akan datang sekali dalam hidupmu bagi yang berkuliah. Fase ini membuat kita belajar. Belajar menghargai waktu, belajar menghargai pikiran, belajar menghargai orang tua kita yang mati-matian mencari uang untuk kita tetep bisa stay dan meraih apa yang kita cita-citakan, fase dimana diri sendiri dan segala ide kreatif merupakan sesuatu yang berharga, fase dimana kita belajar bahwa untuk mendapat gelar dan membuat suatu karya bukanlah hal yang mudah, butuh ke strugglean tingkat tinggi demi meraihnya. Mau mundur atau maju? Pilihanmu.

Pendek, tapi semoga berarti untuk memahami eksistensi kita didunia perkuliahan. ๐Ÿ™‚

Continue Reading

Menjadi Seorang Wanita

Oke. Malem ini, ngumpulin niat buat nulis lagi , berharap bisa rutin ngisi postingan diblog ini. Walaupun aku tau yang bakal baca juga ga banyak. Tapi yaudahlah ya, jadikan blog ini diaryku tempat untuk mengutarakan apa isi yang ada di otakku lagi. Nulisnya sengaja pake hape, karena kalo pake laptop takut diintip, karena sebenernya aku paling gasuka bikin sesuatu tapi orang lain tau , terus dicengin, terus ga jadi bikin deh. Anyway, kemarin sempet sedih karena hape yang aku buat nulis postingan ini rusak. Rusaknya simpel, cuma sistemnya doang. Mungkin hape ini lelah kali ya. Padahal ibarat kata, hape ini dah nyawa banget buat aku. Nangis nangislah aku kemarin dua hari gara si gawai kesayangan ini rusak. Ga bisa ngapa ngapain, walau sebenernya walau hapenya bener pun , juga jarang kepake, kecuali buat scroll twitter atau chat. Btw, sekarang aku udah jarang banget main instagram. Alasannya kenapa? Ya karena males aja. Males dengan riya riya insta story, males scroll dan urusin atau liatin orang, dan yang paling utama si males beli kuota, karena liburan kantong kering gaes. Buat beli kuota aja, rasanya kaya asma, sesek , seret. ;(. Hmm, pokoknya males instagraman. Ngerasa jenuh aja gitu lho tiap hari ngeliatin orang makan mulu, atau selfie boomerang mulu, atau pamer liburan kemana gitu. Maklum, anak rumahan jadinya gini , kesannya iri dengki.
Hanya bisa memandang sosial media, lalu jenuh, lalu sekarang sering matiin hape, karena takut hape ngehang lagi. Hehehe. 
Kita emang udah kaya diperbudak smartphone, jaman sekarang kalau ga ada gawai rasanya kaya hidup ga hidup. Gabisa gitu , sehari tanpa scroll. Sering keinget lagunya vierra yg lupa judulnya tapi liriknya gini “aku tak bisa hidup tanpa handphone, dan dirimu dan dirimu..” dan bener kata orang di twitter, vierra emang futuristic band yang nyiptain lagu yang akhirnya kejadian pada zaman milenial ini. Ga dipungkiri, hape udah separuh jiwa aku. Mungkin tanpa hapepun, aku ga bisa nulis kaya sekarang ini. Ga bisa belanja,ga bisa kepo, ga bisa scroll , ga bisa gosip, ga bisa kepo orang lain, ya begitulah wanita. Hidupnya serba scroll.
Lewat scroll, scroll tempo hari. Di instagram kemarin, aku nemuin sebuah video viral beberapa hari ini. Videonya itu berisi seorang pasien yang dilecehkan oleh seorang perawat disebuah rumah sakit disurabaya. Pasien ini baru aja menjalani operasi pembersihan kandungan, dan waktu kejadian dia lagi dipindahin diruang pemulihan. Si pasien ini ngaku kalo dia emang dalam kondisi setengah sadar. Antara merem melek gitu katanya. Nah singkat cerita , si perawat yang anter si pasien ini keruangan , melakukan pelecehan seksual terhadap si pasien wanita ini. Dalam video ini si pasien nyuruh si perawat ini ngaku kalo dia ngelakuin tindakan yang menyalahi kode etiknya sebagai perawat. Si perawatpun terlihat divideo mengaku khilaf dan akhirnya minta maaf. Dari kejadian tersebut akhirnya siperawat ini dituntut deh. Hmm, kejadian kaya gini di indonesia emang dah banyak banget dan lagi lagi korbannya adalah wanita. Why? Kenapa selalu wanita? Kemarin juga sempet denger kalo ada pengendara motor juga melecehkan seorang wanita dijalan hanya karena iseng. Kalo yang ini aku ga bisa terima alesannya sih. Why? Kenapa iseng? Kenapa ga bilang kalo kebawa hawa nafsu sih? Dimana otak mereka sebenernya. Mereka, si pelaku ini bener bener ngelampiasin ke orang yang ga mereka kenal dan ujung ujungnya si korban ini akhirnya trauma, lapor kepolisi. Si pelaku? Belum tentu jera. Si korban? Dia bakal trauma seumur hidup. Aku sebagai wanita ga pernah terima dengan segala kasus yang ada. Indonesia bener bener darurat masalah gini. Bener bener wanita yang selalu menjadi korban. Dari hal kecil deh, wanita sering banget digodain, jadi korban flirting dijalan. Pria? Ga pernah tu denger cewek godain cowok dijalan. Otak dan hati nurani mereka yang menjadi pelaku ini kemana gitu lho. Kenapa mereka selalu nggedein nafsu timbang otak, dan logika. Kasarnya, otak mereka bener bener dongkol sedongkol dongkolnya. Apa ya ga mikir ibu, pacar, atau istri mereka kalo digituin. Apa mereka cuma cari kepuasan semata? Kalo orang yang otak dan logika jalan si ga bakal kepikiran kaya gini kaya gini. Yang kepikiran kaya gini , dan ngelakuin dengan orang yang ga dikenal, berarti ga sehat dan waras!. Wanita bukan bahan buat ginian. Wanita itu ya sama aja ibu kalian. Ga habis pikir si kenapa si pelaku ini ga inget ibunya pas ngelakuin kaya gitu. Ga berpikir, betapa sedihnya hati seorang wanita yang melahirkan mereka kalo tau anaknya berkelakuan seperti binatang, tanpa logika. 
Menjadi seorang wanita itu sungguh tidak mudah. Kami memang mungkin tidak dikaruniai badan yang kuat, dan tanggung jawab kami tidak sebesar kaum laki laki. Tapi kami patut dihargai secara lahiriah dan batiniah. Karena sesungguhnya para lelaki juga berawal dari kami. Wanita.
Singkat kata, aku turut prihatin dengan segala kejadian yang terjadi belakangan ini. Semoga ditahun ini ,makin berkurang bahkan ga ada satupun kasus kaya gini lagi. Semoga hak-hak wanita serta psikologis wanita yang menjadi korban bisa dipenuhi dan diobati. Amin. 
Continue Reading

Finding The “One”

Januari. Jadi bulan pertama ditahun ini yang dijalani pada awal-awal tahun ini. Bulan ini seakan-akan menjadi awal buat kita untuk memulai segalanya. Baik dalam pendidikan , karir, maupun mungkin memulai sesuatu yang produktif, agar hari – hari kita ditahun 2018 ini ga sia-sia. Planning-planning buat beberapa bulan kedepanpun mulai dibuat. Banyak hal yang ingin dilakukan ditahun ini. Contoh, memulai perkuliahan dengan lebih rajin, atau lebih giat belajar, lebih bisa mengembangkan diri menjadi lebih produktif, atau mengerjakan sesuatu yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Semua bergantung pada diri kita masing-masing. Tapi dari segelintir planning tentang kehidupan sosial kita, masih banyak segelintir temen aku yang memiliki planning yang emang selalu terulang tiap tahunnya. Planning tersebut adalah “Found someone to the rest of them life”.  
Ga sedikit temen temen zaman SMA yang curhat masalah ini. Ditahun ini mereka ingin menemukan seseorang yang emang mereka tunggu sejak lama, dan kebanyakan dari mereka pengennya ga ganti ganti lagi. Ada juga temen aku yang sudah planning tahun ini akan memulai hidup baru bersama pasangannya alias menikah. Berasa makin tua aja ni badan. Selain dua diatas, juga masih ada orang yang udah punya pasangan, tapi ga berniat melangkah kemana mana. Masih stuck dengan status mereka yang “jalani dulu aja”. Dan hal tersebut masih kejadian di diri aku sendiri  yang ga tau mau kemana, karena kita masih sama sama kuliah , masih sama sama ingin mengejar mimpi dalam pendidikan,karir, serta masih pingin seneng seneng dan ngebahagiain orang tua dulu. Dari 3 cerita yang berbeda ini, aku mau bahas satu satu, karena ini bener-bener kejadian dan sangat related dengan kehidupan semua orang. 
Soal cerita yang pertama, yang tahun ini masih sendiri atau betah menjomblo. Buat aku sendiri yang melihat gimana temen temen aku yang masih sendiri ini curhat, sebenernya mereka ga pengen sendiri gengs, mereka cuma belum nemuin yang pas dan klik aja dengan kepribadian mereka. Mereka itu menurutku masih mematok kriteria buat yang bakal jadi pasangannya kelak. Selain kriteria, rasa trauma buat memulai juga jadi pemicu makanya mereka sendiri terus,galau terus. Kenapa aku bisa bilang kaya gini? Karena aku melihat sendiri, orang-orang yang seperti ini terkadang memimpikan pasangam yang ideal buat mereka. Tetapi idealnya itu yang kadang ga realistis. Aku waktu ditanya kenapa ga cari lagi, kenapa ga cari lebih tua atau lebih mapan? Ya karena aku ga pernah mematok atau membuat list seseorang yang mau jadi teman hidupku. Ya pilih pilih suatu hal yang wajar, tetapi kalo orang itu bisa ngebuat kita menjadi lebih positif walaupun dia ga memenuhi kriteria yang istilahnya perfect, ya kenapa ga ? Toh ya kita yang menjalani. Kita yang memilih. Kalo ada temen curhat soal gini, yang aku bilang cuma satu, carilah,beranilah memulai sebelum dijodohkan. Parah ga tuh saking ga bisa nyari sendiri akhirnya dijodohin. Siapa yang mau coba ? . Selain itu, kalo menurut aku pribadi, kalo emang sekarang ngerasa masih sendiri, gausah kebanyakan kriteria cari pasangan deh. Contoh, pengen punya pasangan yang ganteng, tajir,mapan, berkharisma bla bla bla atau cantik, ga neko neko, ga egois ga ini ga itu. Semua itu cuma ada di diri Fahri AAC dan tokoh difilm doang. Hahaha. Semakin kalian mematok dan mencari pasangan hanya dengan terpaku dengan kriteria kalian, semakin makin makin ga bakal dapet tuh yang namanya pasangan. Karena apa? Cinta itu tanpa syarat men, yang akan datang adalah yang membuat diri kita nyaman, dan insyaallah kalo udah nyaman kalian bakal nemuin ” Your The One” 
Beralih ke kisah selanjutnya, yang sebenernya bikin baper baik yang belum punya pasangan ataupun yang udah punya tapi belum mau kemana mana. Orang orang atau temen temen disekitarmu yang udah menemukan belahan jiwanya dan sebentar lagi bakal memulai hidup yang baru alias nikah. Baru lamaran aja baper. Ga dipungkiri, temen aku yang satu ini, emang melalui suatu perjalanan yang cukup melelahkan. Mereka berkutat pada pencarian bertahun tahun yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada seseorang yang mengerti mereka seutuhnya. Dari kisah temenku yang satu ini, dia ga pernah nyangka bakal ketemu calon teman hidupnya ini. Dia juga ga pernah ngerasa orang ini adalah kriterianya. Pertemuan mereka juga ga pernah disengaja. Pokoknya berawal dari hal kecil kaya hubungan penjual dan pembeli, eh malah keterusan sampe mau nikah. Ga ada yang nyangka kan ? . Diapun ga pernah tau orang ini sebelumnya, bener bener rasanya ga akan ada garis yang bakal mempertemukan mereka. Berangkat dari patah hati masa lalu , temenku ini malah nemuin yang bikin diri dia nyaman,yang sangat sangat mengerti dia. Hal ini sangat membuktikan bahwa cinta itu tanpa syarat, dan dia emang udah bener bener menemukan “The One”nya. 
Aku ? Sampai sekarang ya masih berprinsip pada statement jalani dulu aja. Karena menurutku pribadi , aku udah nemuin orang yang pas dan nyaman dihidup aku. Udah nemuin temen hidup yang bisa diajak berdiskusi dan diajak kemana mana tanpa dia ngeluh. Aku cuma tinggal bergantung pada waktu dan Allah yang mau mengarahkan kemana. Intinya mau menjalani yang sudah ada dan tinggal menunggu waktu yang tepat. Tepat setelah lulus kuliah, bekerja, membahagiakan orang tua. 
Finding the one, bukan hal yang mudah sebenernya bagi sebagian orang. Tapi menemukan yang pas adalah anugerah bagi orang orang yang telah mendapatkannya. Semoga kita bisa segera mendapatkan seseorang yang kita maksud. Amin.
Continue Reading

Body positivity dan Resolusi 2018

Tahun baru, harapan baru buat kita. Rasanya baru kemarin kita memulai 2017 sekarang kita akan memulai 2018. Kalo kata anak jaman sekarang 1/365. Emang ga tau kenapa, makin tua, waktu berjalan makin cepet aja. Kita ga pernah sadar bahwa dalam 1 tahun kemarin banyak hal hal yang terjadi. Entah kejadian seneng, sedih, duka, ataupun berita bahagia. Setahun kemarin ngebuat kita flashback bahwa dalam satu tahun ini, kita belajar sesuatu. Begitu banyak pelajaran yang aku ambil waktu 2017 kemarin. Saking banyaknya sampai sampai ga bisa diceritain satu satu. Intinya 2017 ini bener bener ngasih pelajaran berharga buat aku secara pribadi. Banyak hikmah yang aku petik selama 365 hari kemarin. Dari mulai pendidikan, naik turun ip, masalah keuangan, masalah organisasi yang bikin aku pusing setengah mati setahun kemarin, dan realize bahwa semuanya udah berakhir tu membuatku lega. Lega karena berarti 1 tugasku didunia sudah selesai dan alhamdulillah mendapat pengalaman yang sangat berharga, dan insyaallah bakalan berguna buat kehidupanku selanjutnya. Beralih dari kehidupan pribadi, di Indonesia sendiri bahkan dunia banyak banget peristiwa peristiwa yang emang ngehits ditahun 2017 lalu. Mulai dari terpilihnya Donald Trump, segala kontroversinya, Kasus Setya Novanto , Rohingnya, dan yang terakhir salah satu artis yang namanya ngehits lagi di tahun 2017 karena kasusnya. Tau kan siapa? Apalagi sekarang lagi ngehits banget akun akun gosip yang bertebaran di media sosial, yang membuat agak sedikit “penyakit” bagi manusia masa kini. Ga munafik, aku dulu juga penikmat akun gosip tersebut. Tapi gimana ya, makin hari makin sumpek aja gitu lho, ngeliatin kehidupan orang lain yang sebenernya buat aku pribadi itu ga penting. Ya ga si? Mungkin banyak yang setuju atau ga, tapi aku ngerasa ga seharusnya sih kehidupan seseorang itu diekspose dan dihakimi rame-rame. Mereka punya kehidupan pribadi yang emang pengennya mereka doang yang tau. Kadang menjadi seseorang yang tertutup itu lebih nyaman guys, ketimbang orang yang banyak bicara yang pengen kehidupannya diketahui orang banyak. Disisi ini, aku ga merasa paling benar lho ya. Hanya mengutarakan apa yang bener bagi diriku sendiri.
2017 emang udah berakhir. 2018 emang baru aja dimulai. Hari kelima nih coy. Kalo kata aku ini nulis blog pertama di tahun 2018. hahahaha biar kaya yang lain. Biar 2018nya ga gagal, biasanya ada resolusi resolusi nih. Sebelum ngomongin resolusi, aku mau ngomongin soal body positivity yang ada hubungannya sama resolusi tahun tahun lalu dan sebelumnya. Mungkin untuk kalian yang membaca ini dan ngerasa masih kurang dengan apa yang ada ditubuh kalian, please hentikan segera. Banyak cewek cewek diluar sana yang kadang ga bisa menghargai diri sendiri, yang ujung ujungnyapun ga dihargain orang lain, termasuk aku. Emang sih, menjadi perfect itu dambaan semua wanita. Contoh nih, punya tubuh yang ideal, kulit putih, mulus, dan ga jerawatan, siapa sih yang ga pengen kaya gitu? Akupun pengen. Dan terkadang karena kekurangan kekurangan yang ada tersebut menjadikan aku pribadi kadang ngaca dan bilang ke diri sendiri “Kok aku jelek banget si?” , lalu berimbas ke stalk stalk orang orang yang menurutku memang “terlahir cantik” dan kaya nge-imitate segala gayanya dia, kaya contohnya gaya pake krudungnya, gaya pake bajunya, nyampe beli apa yang dia pake. Dan itu kejadian buat aku si belakangan ini. Akhirnya karena imitate itu , hasil dari effort aku untuk tampil seperti yang aku pengen adalah 0. Malah makin ngerasa ga pantes, dan emang gaya itu ga cocok. Makin membodoh-bodohkan diri sendiri, kenapa dari awal ga be your self. Bukannya menampilkan the best version of yours, alih alih malah meniru orang lain yang sebenernya berbeda dengan kita. Yang punya versi lain yang unik dari dirinya yang ga bisa kita tiru dengan mudah. Masing-masing pribadi punya berbagai keunikan, tinggal kitanya aja yang mencoba mencari mana keunikan yang harus diperlihatkan atau tidak. 
Dari hal tersebut ngebuat aku jadi sadar, bahwa membangun konsep diri yang positif adalah hal yang penting. Ga perlu peduliin apa kata orang , yang penting kita menampilkan apa yang kita mau dan apa yang kita anggap baik. Body positivity menjadi satu resolusi yang sebenernya berpengaruh besar buat diri kita. Ga cuma ditahun ini, ditahun depanpun resolusi kaya gini harus selalu ada. Mungkin kebanyakan resolusi kita itu pengen punya apa apa yang baru, bisa melakukan sesuatu yang baru, tapi menurutku yang terpenting adalah body postivity itu, yang bisa membuat kita meraih segala hal yang kita mau. Karena segala usaha yang ingin kita raih berasal dari diri kita. Motivasi yang tertanam, melihat segala sesuatu secara positif. Itulah akar yang membuat kita selalu percaya diri dalam menghadapi segala hal yang ada didepan.
365 hari di 2018 yang udah ada didepan mata ini, semoga bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Diisi dengan perbuatan dan kegiatan yang insyaallah bermanfaat buat kita. Jangan pernah sia-siakan waktu. Aku ge mencoba menggurui, tapi sama sama belajar karena kita sama sama lifetime learner. Happy New Year! ๐Ÿ™‚
Continue Reading

Iqro’

Allah Taโ€™ala berfirman,
ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูุงุณู’ู…ู ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ (1) ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู„ูŽู‚ู (2) ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ูˆูŽุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู (3) ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ู (4) ุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ (5)
โ€œBacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.โ€ (QS. Al โ€˜Alaq: 1-5).


        ***

Surat tersebut jadi tamparan buat aku. Tamparan penyesalan dan malu. Sudah 3 tahun menjadi mualaf dan baru tau surat ini. Penyesalan ini dateng waktu aku mulai ngaji lagi. FYI, tiap liburan akhir semester aku selalu ngaji di mushola deket rumah. Ngajinya pun di TPQ Al -Bayyinah. Dan jangan heran , isinya anak kecil semua, yang sebaya denganku hampir ga ada. Iya, aku emang belum bisa baca al -qur’an, literally masih terbata bata. Aku diajar sama seorang guru ngaji yang juga tetanggaku sendiri. Profesinya guru SD. Dia sabar banget membimbing aku yang kesannya emang ga bisa bisa. Maklum, waktu aku ngaji cuma bisa ditengah tahun dan akhir tahun, waktu libur semesteran. Kalo di Semarang aku ga tau harus ngaji sama siapa. Pernah dulu mau ngaji sama temenku, tapi temenku selalu takut. Takut salah dalam ngajarin aku ngaji. Aku juga hampir jarang baca baca bacaan buat ngajiku sehari-hari. Kalo ditanya ga pernah ngaji tiap hari , aku selalu ngeles “sibuk nih , ga sempet” atau “aku ga bisa ngaji kalo banyak orang”. Yang sebenernya alesan itu bukan alasan aku buat ga ngaji. Emang selama masa kuliahpun,aku kurang berniat buat ngaji. Seenggaknya ngulang bacaan yang kemarin udah dipelajari waktu semester lalu, ga sama sekali. 
Seharusnya kalo aku lebih rajin untuk ngaji tiap hari dulu waktu awal awal mualaf, mungkin ga seterbata bata kaya sekarang ini. Lebih lagi dulu aku males malesan ngajinya, lebih ke karena suruhan orang tua ga tulus dari hati. Imbasnya ? Ya sekarang ini, aku msh stuck dijilid 6. Dengan bacaan yg masih terbata bata. Aku malu. Bukan malu dengan teman teman sesama ngajiku dirumah, atau dengan guru ngajiku, aku malu sama diriku sendiri. Terutama sama Allah. Allah yang jelas jelas menurunkan surat tersebut dan memerintahkan kita untuk selalu membaca , tapi kita ga pernah melaksanakannya. Kita selalu membangkang. Lebih suka urusan dunia. Mengesampingkan hal yang jadi kewajiban kita. Allah selalu memerintahkan kita untuk selalu belajar. Tapi yang terjadi , malah aku yang selalu malas, dan menyepelekan. Imbasnya diumurku yang semakin tua ini aku masih belum bisa apa apa. Termasuk kosong. Aku merasa kosong. Hanya sebatas sholat dan puasa. Kaya bola bola ubi yang luarnya padet dalemnya kopong. It’s me right now. So what should i do now ? Menyesali lalu mulai belajar lagi. Bukannya menyerah dan meninggalkan. Hidayah itu ga cuma datang waktu aku masuk islam kok. Tapi ditengah tengah jalan seperti ini aku ngerasa aku dapet cukup banyak tamparan yang membuat aku sadar, seharusnya kelakuan kelakuan buruk serta pikiran pikiran burukku yang selama ini hinggap dikepalaku ini harus segera dihilangkan. Menjadi pribadi yang baik dengan iman yang kuat adalah impian setiap muslim di dunia ini. Kita yang seharusnya sadar dengan sendirinya bahwa urusan duniawi bukanlah hal yang utama yang harus kita gadang-gadangkan. Yang harus kita pelajari adalah bagaimana mengubah urusan duniawi menjadi sesuatu yang berharga yang pada akhirnya menjadi pengantar kita ke surga-Nya kelak.
Akhirnya manusia cuma bisa menyesali perbuatannya dikala lampau, dan mencoba berkomitmen lagi. Tapi manusia kadang lalai lagi, bandel lagi. Tapi Allah selalu mengampuni, membuka jalan dan pintu maaf serta membimbing hambanya lagi. Manusia cuma bisa berharap ga bisa menentukan. Manusia cuma bisa berencana, yang pada akhirnya diserahkan pada Allah. Kita ga pernah tau kapan akhir dari takdir kita. When our last chance to make everything better. Selagi ada waktu , aku mau terus belajar. Iqro.
Continue Reading

INFP-T Person dan Kepribadian

INFP-T. Mungkin terdengar asing, tapi cukup familiar buat aku pribadi. Pasalnya kelima huruf tersebut bertengger sejak lama di bioku khusunya instagram, twitter, soundcloud, dll. Jadi, sebenernya INFP-T itu apa si ? Sebelum ngomongin spesifik mengenai INFP-T, Aku mau ngomongin dulu ni soal kepribadian. Jadi kenapa aku bisa dapetin kepribadian yang INFP-T itu aku dapat dari tes kepribadian MBTI (Myers Briggs Type Indicator) adalah sebuah tes psikologi yang memuat 16 kepribadian yang berbeda. Metodenya gimana? Jadi  mereka itu kaya ngasih kuesioner terstruktur kekita yang nanti hasil akhirnya buat ngebaca keribadian kita. Jujur si, aku suka sama hal-hal yang berbau-bau kepribadian, karena basicnya aku pengen tau sebenerna aku tipe oranng yang seperti apa dan bagaimana. Di MBTI sendiri tu ada 8 Jenis kepribadian nih guys antara lain Introvert or Extrovert, Intuiting or Sensing, Feelling or Thinking, dan Judging or Perceiving. Jadi ke 8nya itu nanti dikombinasiin sesuai hasil tes kalian. 
Kalo aku dapetnya INFP, yang artinya Introvert, Intuiting, Feelling, dan Perceiving, yang sering disebut sebagai si “Idealis”. Sebenernya buat kondisiku sekarang, tipe kepribadianku yang aku tes tadi emang cocok. Aku emang sekarang udah jadi orang yang super idealis dalam segala hal. Kesannya semua harus perfect. Dari yang pertama aku dapet INFP aku jadi kaya berkaca ke diri aku sendiri, ternyata bener emang aku itu sekarang orangnya introvert. Introvert bukan pemalu,tertutup, gamau cerita gitu lho ya, dia lebih suka meninggalkan keramaian karena menurut dia keramaian itu cuma bikin baterai dalam tubuh dia abis, sinkron banget si sama aku, yang sebenernya emang ga begitu suka kumpul-kumpul, berorganisasi, ketemu dengan orang banyak, ga tau kenapa itu bikin capek aja. Tapi aku tetep belajar menjadi orang yang lebih extro yang akhirnya aku tetep ikut organisasi. Sebenarnya setelah aku pikir pikir dari hasil tes kepribadian itu tu sebenernya aku ga sepenuhnya introvert kok. Justru ambivert, hampir seimbang antar intro dan ekstro. Tapi mungkin untuk keadaanku yang sekarang aku cenderung intro. Terus lanjut ke kepribadianku selanjutnya yaitu intuiting. Intuiting itu seseorang yang suka melihat dan membicarakan hal-hal dimasa depan, dan itu aku banget. Suka dengan rencana kedepan, dimasa depan mau ngapain aja, it’s  look interesting for me, makanya yang ini cocok. Terus ada Feelling. Yang ini bener banget si, orang yang pribadinya feelling itu cenderung lebih perasa a.k.a baperan. Terus ada satu lagi perceiving. Tipe ini berarti cenderung menahan pendapat gengs dan menunda keputusan. Aku banget si. Terus di sebuah website  16 personalities itu ditambahin dua kepribadian lagi yaitu turbulent dan Assertive. Turbulent itu orang yang cenderung gampang stres, dan labil istilahnya. Assertive kebalikannya, dia cenderung ga pernah stres dan lebih stabil. Unfortunately , aku dapet turbulent dan ya sekali lagi itu cocok, dan sinkron dengan kepribadian aku.
Dulu pertama kali aku tes MBTI ini sebenernya dikasih tau sama salah seorang temen (hidup) aku, terus dia kasih linknya gitu. Mungkin kan kepribadian orang waktu kondisi dan situasi berbeda pasti juga akan berbeda. Waktu pertama kali tes aku itu dapet kepribadiannya ESFP. Aku tes bener bener awal kuliah banget deh. ESFP Sendiri tu singkatan dari Extrovert Sensing Feelling dan Perceiving. Mungkin, jaman dulu aku belum tertekan kaya sekarang kali ya, makanya aku bisa dapetin kepribadian yang perfect dulu. Yaaa…. orang itu gampang berubah seiring waktu yang berjalan. Ciaaaa. 
***
Beralih ke topik selanjutnya, ini sebenernya masih berkaitan dengan kepribadian si. Masalah ego,dan cara bersosialisasi. Basically, orang emang beda-beda gengs, so don’t judge. Jadi aku itu orangnya lebih ke orang yang egonya sangat-sangat tinggi, bahkan cenderung bisa tinggiiiii banget. Gatau kenapa si, kaya aku emang menanamkan ke diri aku harus bisa dapetin semuanya, harus aku yang nomor satu, pokoknya harus aku, dan itu sifat yang jelek banget guys. Contoh waktu diorganisasi aja, kaya aku itu kalo emang udah ga nyaman dan ga betah, rasanya pengen lari aja. Gatau emang organisasinya atau emang akunya yang aneh, yang jelas aku ga pernah bisa bertahan lama kalo di organisasi. Sulit berbaur, sulit buat memulai, pokoknya sulit. Tapi aku juga belajar, belajar menghargai orang lain, belajar mengalahkan ego, karena aku tau, egoku bakal nyusahin orang lain. Orang yang ber-ego tinggi cenderung dijauhi, makanya aku pengen berubah. Berubah memperbaiki segala sifat buruk dan nyoba buat lebih bersosialisasi dengan orang lain, ga takut ketemu orang, dan belajar untuk memulai.
***
Segitu aja si blog singkatku hari ini buat kalian yang pengen tes kepribadian bisa klik di sini 
atau bisa juga disini 
i’ll see you soon! ๐Ÿ™‚
Continue Reading

Ilmu Perpustakaan, Itu Apa sih?

Meneruskan dari postingan jurusan antimainstream, disana aku sedikit menjelaskan beberapa jurusan yang sifatnya anti mainstream. Kaya yang sekarang lagi aku geluti nih. Ilmu Perpustakaan. Pasti ngerasa aneh kalo denger jurusan yang satu ini. Kok bisa si , perpustakaan yang basically adalah tempat bersarangnya buku dan dari jaman dulu sampai sekarang selalu dipandang sebelah mata ada juga ilmunya? Aku juga sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan sebenernya masih bertanya-tanya, kenapa aku bisa masuk jurusan ini. . Kalo boleh cerita dikit, dulu waktu aku SMA, aku sempet nganggep remeh jurusan ini. Masa sih perpus ada jurusannya? mau jadi apa ya nanti?. Dari tindakan meremehkan itu jadi boomerang sendiri buatku, yang malah sekarang masuk di jurusan ilmu perpustakaan. Kalo waktu kecil dulu si emang sering pinjem buku diperpustakaan, makin gede, pas waktu SMA , ke perpus cuma buat baca majalah doang. 
Jadi, Ilmu Perpustakaan itu sebenernya apa sih ? 
Ilmu perpustakaan itu adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang bagaimana pengolahan koleksi yang ada diperpustakaan, manajemen koleksinya, bagaimana menyajikan informasi dengan baik, preservasi serta konservasi koleksi, dll. Didalam ilmu ini, kita ga melulu belajar soal buku. Kita belajar banyak hal. Contoh di semester 1 , kita bakal diajari dulu tuh dasar dasarnya,kaya agama,pin, bahasa indonesia,kalo yang spesifik ke persisnya itu cuma pengantar ilmu perpustakaan sama kearsipan. Dan mata kuliahnya ga sulit kok kalo kita perhatikan bener bener. Semester awal ini nih yang bisa jadi batu loncatan buat cumlaude.
Malah menurut aku pribadi sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan yang hampir memasuki tingkat akhir, ilmu perpustakaan cenderung memberikan ilmu baru. Hal ini karena ada beberapa ilmu yg aku interest banget, contohnya belajar mengenai database, software perpustakaan,serta multimedia. Hal tersebut ga pernah aku dapatkan di SMA tapi justru aku dapetin di kuliah.
Aku malah ngerasa kalo aku ga sia sia masuk jurusan ini, karena sekali lagi aku ga cuma nata buku doang, aku juga mempelajari sesuatu yang baru, yang ga semua jurusan yang keren keren itu pelajari. Intinya aku kuliah ga cuma nulis dikertas doang. Laptopku berguna.
Kalo ngomongin jurusan antimainstream emang banyak plus minusnya. Minusnya cuma di omongan orang. Orang orang yang ga ngerti tentang ilmu ini. Betapa bergunanya ilmu ini. Betapa berpeluangnya kami sebagai mahasiswa ilmu perpustakaan. Cuma orang awam aja yg selalu berstereotip tentang jurusan kami.
Sebenernya masuk ilmu perpustakaan buat saat ini recommended banget. Ga melulu mempelajari tentang perpus kok. Yang kita pelajari juga informasi jaman now. Informasi yang udah mulai membabi buta alias banyak hoaxnya. Tidak relevan. Tidak jelas sumber dan keabsahannya. Nah dengan adanya jurusan ini, kita jadi lebih tau sumber mana yang relevan,mana yang tidak. Mana yang akurat mana yang tidak. Kita juga bakal tau trik cara temu balik informasi yang benar. Pokoknya suatu ilmu itu ga ada yang merugikan. Semua ada manfaatnya. :
***
Btw, sekarang udah jarang banget update. At least,sebulan sekali update blog. Semua karena kesibukan kuliah yang ga bisa ditinggal. Tapi insyaallah bakal update story yang lebih fresh dan uptodate lagi. Tunggu aja, Insyaallah.

Continue Reading

Problema vs Membeli Gengsi

Sebagai makhluk sosial didunia, manusia didekatkan pada dua hal. Dua hal itu biasanya adalah masalah dan rasa bersyukur atas apa yang sudah ia miliki ataupun ia dapatkan. Kalo manusia lagi didatengin suatu hal bernama problema, yang muncul adalah keluh kesah, rasa kenapa hal ini terjadi, dan berujung pada keputus asaan, ga ingin hidup, depresi, bahkan bunuh diri. Berbeda kalo yang satunya lagi. Manusia cenderung lupa akan keluh kesahnya terdahulu , kalau kalau ia mendapatkan apa yang ia inginkan. 
Problema, jadi suatu hal yang ga bisa lepas dari kehidupan kita, manusia. Problema ekonomi misalnya. Suka mikir ga sih bahwa sekarang manusia sudah diperbudak dengan uang? Segala hal jika tanpa adanya uang, ga akan bisa terlaksana dan didapatkan. Uang juga bikin kita selalu hidup dalam kekhawatiran, takut ga cukup, takut ga bisa memenuhi kebutuhan, takut ga bisa pake barang bagus, takut ga bisa beli sesuatu yang dipingin, dan akhirnya menimbulkan rasa ga bersyukur dan depresi itu tadi. Karena uangpun , kita bisa dikejar-kejar sama rentenir, bahkan sama ibu kos karna telat bayar kosan. Semua udah terjadi di hidup aku. Problema ini rasanya udah berkutat dan berputar, seakan terus menerus terulang tanpa mau berhenti. Masalah ekonomi emang masalah crucial yang sebenernya kebanyakan orang emang alami. Problema ini menimbulkan banyak kekhawatiran akan masa depan yang ga bisa kita raih dengan cemerlang. Semua karena uang, uang, dan uang.
Problema lain dari imbas problema contoh yang aku sebutin tadi yaitu kurang bersyukur. Rasa syukur rasanya udah mulai berkurang pada era yang semakin maju dan ga karuan ini. Makin banyak anak muda yang cuma bisa menghambur-hamburkan uang yang bikin orang iri dan akhirnya ga bersyukur atas apa yang ia punya. Dia (orang yang iri tadi) hanya melihat keatas, melihat betapa enaknya jadi orang kaya yang bisa dapetin segalanya tanpa mikir kalo dibalik itu semua, ada orang tua yang kerja susah payah demi nyenengin anaknya. Mungkin orang orang yang dengan mudahnya ngabisin duit orang tua emang udah kemakan “kenge-trenan dunia”. Mereka ga akan dianggap keren kalo ga punya sepatu baru, mereka ga akan dianggap keren kalo hape bukan i phone, mereka bakal memperbarui apapun yang mereka punya hanya demi branding diri mereka. Dari hal itu, timbulah problema yang bernama “Konsumerisme, Hedonisme” dan imbas problem ke masa depan mereka, mereka ga terlatih buat susah.
Lalu apa yang terjadi dengan si “iri” ini? Yang terjadi adalah sekali lagi ga bersyukur atas yang ia punya, akhirnya dia menuntut dirinya untuk mendapatkan sesuatu seperti yang temen-temennya dapatkan. Tanpa memandang paham realistis, si “iri” ini rasanya juga ga mau kalah. Dia juga pingin tampil keren dan kece. Lalu timbul masalah lagi, masalah hati yaitu “sesal”. Sesal kehilangan uang yang harusnya bisa dipakai buat memenuhi kebutuhan yang lain. Sesal karena malah dia lebih nyusahin orang tuanya karena ga realistis. Sesal karena terlalu punya standar yang ketinggian dan akhirnya bikin dia makin terpuruk. Dia hanya sibuk membeli gengsi.
Aku, sebagai makhluk yang selalu luput, juga sering ngerasa ga bersyukur. Ngelihat teman-teman yang begitu mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, membuat pressure buat hidup di kota besar dan lingkungan perkuliahan jadi terasa berat. Lingkungan yang beda, perkembangan dunia yang ga kunjung usai, ngebuat aku juga selalu pengen memiliki semuanya. Rasa pengen itu tanpa aku sadari udah membentuk sistem “membeli gengsi”. Gengsi kalo aku ga bisa seperti temen temen yang bisa seenak jidat, dan semudah membalik telapak tangan mendapatkan apa yang mereka mau sekarang juga. Jadi suatu problem kan? selain problem itu, problem lain juga datangnya dari lingkungan kuliah dan kehidupan sehari-hari disini, yang bisa dibilang mahal. Biaya hidup mahal, semua serba mahal, dan tiada hari tanpa iuran (khusus anak organisasi kaya aku). Semuanya jadi tambah berat, dan akhirnya kita ngerasa kurang, dan selalu muter otak gimana caranya memenuhi kebutuhan yang ga kenal waktu. Akhirnya kita latah dengan selalu nyalahin diri kita “Kenapa semua ini bisa terjadi di kehidupan aku doang?”.
Problema lain datang lagi dari organisasi (khusus anak organisasi). Mencoba bekerja sama dengan orang yang sifatnya unik-unik, dari yang baik hingga yang buruk sekalipun. Banyak tugas organisasi yang harus dikerjakan, sampai kita lupa mentreatment tubuh kita agar ga jadi letoy. Tubuh lemes, stamina turun, otak down, perasaan down, ipk down, down semua. Kalo kata lagunya louis tomlinson “you stress me out, you kill me..“. Hampir nge-kill diri sendiri kalo semua problema ini jadi satu. Semua jadi berantakan, hati ga karuan. Ga ada yang bisa ngerti akan apa yang kita rasakan. Terkhusus untuk makhluk introvert yang sulit buat berbagi cerita dengan orang lain. Cenderung lebih suka memendam masalah sendiri, ketimbang harus diceritakan dengan orang lain. Lebih suka punya ruang sendiri ketimbang berkumpul dengan orang lain dan bikin capek. Tapi orang orang yang tipenya hampir sama kaya aku mungkin diluar sana ada yang cuma bisa cerita sama satu orang yang udah dia percaya, dan bisa ngerti serta ngasih solusi, walaupun dia tahu, walau dia cerita ga akan bisa menyelesaikan keadaan. Orang lain ngelihat kita baik-baik aja, tapi dibalik itu semuanya, sebenernya kita lagi pake topeng, yang nutupin kekhawatiran kita, kesedihan kita, dan orang ga peduli dengan apa yang ada dibalik topeng kita.
Problema ini bener bener lagi berputar dikepalaku.
Sebenernya, ga ada solusi untuk problema yang satu ini. Aku gabisa menemukan solusi utama yang tepat buat problema ini. Cuma mau ngasih pertanyaan, Adakah kalian yang merasakan rasa seperti ini? Adakah kalian yang hanya membeli gengsi? adakah kalian yang tidak pernah puas akan apa yang kalian dapat?
Cuma satu kunci buat menjawabnya: syukur, bersyukur, realistis, syukur, nangis, bersyukur, dan berpikir realistis lagi ๐Ÿ™‚
Continue Reading